Sahabat??
Bagi gue sahabat itu bukan yang kemana-mana bareng, makan bareng sampe berakpun bareng. Kata orang "sahabat itu selalu ada saat susah maupun senang" .
Kata gue "sahabat itu orang yang ada tanpa dimintai tolong. Ketika dunia mengabaikan kita"
Kata orang "sahabat itu yang sedih kalo liat sahabatnya sedih."
Kata gue "sahabat itu orang yang bikin kita ketawa bahagia saat air mata tak mampu terbendung".
Sabahat nga perlu selalu ada. Cukup selalu mengingat. Karena kita hidup nga bisa bergantung pada sahabat. Kita butuh teman baru dan penghianat agar kita mampu menghargai arti kata dari sahabat itu sendiri
Sahabat yang baik akan memberikan safaat di surga kelak, insyaallah amiinn.
Happy anniversary Renny Dhetalinna selamat hari jadi persabatan kita yang penuh dengan gonjang-ganjing. Bukan hari ini dan saat ini sajah, hari jadi kita setiap hari dan itu akan selalu ada di benak kita.
Rabu, 25 Mei 2016
Rabu, 18 Mei 2016
Sanguins'98
Air Mata Di 100 Hari
Novari terlahir
dari sebuah keluarga sederhana, yang selalu mengajarkan bagaimana
pentingnya sopan santun dan pentingnya menghargai orangtua, keluarga yang
begitu menyayangi dan selalu memenuhi apa keinginan sehingga novari lupa
bahwa dia adalah seorang gadis yang harus bisa mandiri, dalam hidupnya novari
selalu diberi kesenangan yang selalu membuat novari bergantung pada orang tuanya.
Ketika memasuki masa remajanya dan ketika itu pula novari merasa bahwa inilah waktu
yang tepat untuk dia bisa menjaga diri dengan baik, tanpa harus selalu meminta
dan bermanja-manja pada sang ibu, “bu aku mau hidup mandiri,aku ga mau selalu
bergantung pada ibu dan ayah “ ibu novari langsung tertegun diam
dan entah harus berkata apa ketika mendengar kalimat dari mulut putrinya.
Selang
beberapa hari setelah itu, mereka mendapatkan kabar bahwa mereka harus ikut
pindah dengan ayahnya karena tugas pekerjaan sang ayah yang mengharuskan pindah
keluar pulau yang jarak dan tempatnya sangat jauh dari rumah mereka, ibu
novari yang teringat akan keingian putrinya akhirnya memutuskan untuk menyetujui
keinginan novari dan ikut pindah bersama ayah novari.
Hari
demi hari minggu berganti bulan, novari menyadari bahwa kemandirian tidak
harus jauh dengan orang tua, hari begitu sepi tanpa adanya celoteh dan nasehat
nasehat yang selalu menghampirinya,namun apa daya novari tidak bisa mengubah
keadaan begitu saja sesuai keinginanya.
Demi
melupakan kesedihan novari mencari kesibukan yang menurutnya bisa membuat novari lebih tenang dan sedikit melupakan kesedihannya, namun itu tidak sesuai
dengan apa yang novari harapkan, semakin novari aktif dalam banyak kegiatan semakin
lupa juga novari akan kesehatannya, entah dari mana penyakit itu datang, semakin melupakan dirinya semakin parah sakit yang novari derita,
Sang
ibu yang selalu di lupakannya karna kesibuk dengan kegiatan, novari
lebih mementingkan kegiatan itu dibanding ibunya yang sedang terkulai lemah tak
berdaya, sang ibu yang cemas akan keadaan putrinya yang begitu di
sayangi, tapi novari justru lebih mementingkan kegiatannya dan bersenang senang
dengan kawannya tanpa sedikitpun memikirkan sang ibu.
Disaat
aku lagi banyak kegiatan kaya gini
Aku
tau dan aku sangat yakin ibu
Pasti
marah sama aku, tapi marahnya
ibu
karna ibu gak mau aku
Kenapa-napa,
dan ini juga pasti buat kebaikan
Aku
juga kan bu,
“bu
hubungi aku kalo ibu udah gak marah sama aku
Walaupun
aku ga bisa balas dan mengucapkan selamat tinggal Lagi
ke ibu “
Mungkin
banyak yang akan nangis dan bersendu ,tapi itu gak akan
Berlangsung
lama ,mereka pasti akan tertawa lepas tanpa
Kehadiran
aku di sisi mereka,aku akan di abaikan dan aku
Akan
terlupakan setelah 100 hari kepergihan ku ..
Selasa
tanggal 17 di bulan 03 novari cek up ke dokter, novari sangat penasaran sakit
apa yang di deritanya mengapa ketika kambuh, sakit ini begitu sangat
menyiksanya, dengan rasa takut novari datang ke rumah sakit dengan perasaan yang
berkecamuk tidak seperti biasanya, novari berkonsultasi pada sang dokter lalu
pengambilan stempel darah.
Setelah lama novari menunggu akhirnya mendapat kabar
bahwa novari mengalami sakit yang cukup serius, dokter hanya memberinya vitamin
dan aturan-aturan pola hidup baru, yang mengharuskan novari mengurangi kegiatannya
dan selalu menjaga pola makannya dengan baik, karna kalau tidak, novari harus
menjalani sisa hidupnya dengan selalu meminun obat-obatan yang jumlahnya
banyak, novari tidak berani memberi tau ini pada siapapun cukup dia dan sang
penciptalah yang mengetahuinya, begitupun dengan ibunya yang selalu menanti
kabar darinya.
Hari-hari di lalui dengan sakit yang bertambah parah,
bahkan kini nafsu makannya berkurang sangat derastis, namun semakin novari melupakan
makan, semakin sakit yang novari rasakan. Kini novari hanya pasrah pada tuhan dan hanya
keajaiban lah yang dia tunggu.
Novari yang sekarang berbeda dengan novari yang dulu, yang
selalu gembira bagaikan anak kecil yang tak mengenal dosa dan akhirat, yang
menjalani hidup dengan kesenangan tanpa berfikir bahwa hidup ini keras, jika novari tidak mau melihat luasnya dunia mungkin novari akan selalu menjadi putri kecil ibu yang selalu di sayang, di manja dan selalu di benarkan tanpa
memikirkan bagaimana sakitnya orang yang selalu menanggung kesalahannya, tapi
kini novari berbeda, kini novari hanya bisa duduk termangu dan selalu menyesali
perbuatannya di masa lampau, hanya penderitaan yang di alami saat ini entah
dan tidak tau apalagi yang harus novari perbuat, ibu yang selalu ada di sisinya
ketika terpuruk, ketika sedih, ketika terjatuh, dan tempat mengeluh
semua keluh kesalnya ,kini tidak ada di sisi novari, tidak bisa menghapus air matanya,
tidak bisa memeluknya dan tidak bisa menjaganya.
Tuhan.......
Terimakasih
kau hanya memisahkan
Dan
membatasi kami melalui lautan
Dan
daratan, walaupun itu sangat sakit
Dan
sulit untuk aku menerimanya
Tapi
aku yakin ini adalah rasa sayang yang kau
Berikan
pada ku,
Entah
bagaimana jika suatu hari nanti
Kau
pisahkan kami dengan perbedaan alam ini,
Dimana
aku hanya bisa mengirimkan doa dan selalu
Berpangku
tangan berharap mereka
Mendapatkan
tempat yang layak disisimu dan ke abadian
Di
singgasana mu dan menunggu penghisapan dari mu ..
@Febi Alestari,,,,,
Minggu, 03 April 2016
Kalimat Tua
Hanya Aku
Aku.
Ya. ini adalah tentang aku.
Taakan rela ku bagi dengan siapapun.
Karena ini hanya aku.
Ya. ini adalah tentang aku.
Taakan rela ku bagi dengan siapapun.
Karena ini hanya aku.
Bukan dia ataupun mereka.
Tapi aku. Cukup aku.
Kau hanya milik aku.
Taakan ku biarkan mereka.
Tapi aku. Cukup aku.
Kau hanya milik aku.
Taakan ku biarkan mereka.
Jangan ada dia dalam kita.
Jangan masukan mereka.
Karena ini tentang aku.
Semua apa mau aku.
Jangan masukan mereka.
Karena ini tentang aku.
Semua apa mau aku.
Kaupun tak dapat semena.
Kau tak bisa pergi sejalan.
Karena aku yang meminta.
Kau tak bisa pergi sejalan.
Karena aku yang meminta.
Tuhan mengirimmu.
Dan itu untukku.
Ingat! Hanya untuk aku.
Bukan dia.
Bukan mereka.
Dan itu untukku.
Ingat! Hanya untuk aku.
Bukan dia.
Bukan mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)
