Rabu, 25 Mei 2016

SAHABAT nyata

Sahabat??
Bagi gue sahabat itu bukan yang kemana-mana bareng, makan bareng sampe berakpun bareng. Kata orang "sahabat itu selalu ada saat susah maupun senang" .
Kata gue "sahabat itu orang yang ada tanpa dimintai tolong. Ketika dunia mengabaikan kita"
Kata orang "sahabat itu yang sedih kalo liat sahabatnya sedih."
Kata gue "sahabat itu orang yang bikin kita ketawa bahagia saat air mata tak mampu terbendung".
Sabahat nga perlu selalu ada. Cukup selalu mengingat. Karena kita hidup nga bisa bergantung pada sahabat. Kita butuh teman baru dan penghianat agar kita mampu menghargai arti kata dari sahabat itu sendiri
Sahabat yang baik akan memberikan safaat di surga kelak, insyaallah amiinn.
Happy anniversary Renny Dhetalinna selamat hari jadi persabatan kita yang penuh dengan gonjang-ganjing. Bukan hari ini dan saat ini sajah, hari jadi kita setiap hari dan itu akan selalu ada di benak kita.

Rabu, 18 Mei 2016

Sanguins'98




Air Mata Di 100 Hari



Novari terlahir dari sebuah keluarga sederhana, yang selalu mengajarkan bagaimana pentingnya sopan santun dan pentingnya menghargai orangtua, keluarga yang begitu menyayangi dan selalu memenuhi apa keinginan sehingga novari lupa bahwa dia adalah seorang gadis yang harus bisa mandiri, dalam hidupnya novari selalu diberi kesenangan yang selalu membuat novari bergantung pada orang tuanya.

Ketika memasuki masa remajanya dan ketika itu pula novari merasa bahwa inilah waktu yang tepat untuk dia bisa menjaga diri dengan baik, tanpa harus selalu meminta dan bermanja-manja pada sang ibu, “bu aku mau hidup mandiri,aku ga mau selalu bergantung pada ibu dan ayah “ ibu novari  langsung tertegun diam dan entah harus berkata apa ketika mendengar kalimat dari mulut putrinya.

Selang beberapa hari setelah itu, mereka mendapatkan kabar bahwa mereka harus ikut pindah dengan ayahnya karena tugas pekerjaan sang ayah yang mengharuskan pindah keluar pulau yang jarak dan tempatnya sangat jauh dari rumah mereka, ibu novari yang teringat akan keingian putrinya akhirnya memutuskan untuk menyetujui keinginan novari dan ikut pindah bersama ayah novari.

Hari demi hari minggu berganti bulan, novari menyadari bahwa kemandirian tidak harus jauh dengan orang tua, hari begitu sepi tanpa adanya celoteh dan nasehat nasehat yang selalu menghampirinya,namun apa daya novari tidak bisa mengubah keadaan begitu saja sesuai keinginanya.

Demi melupakan kesedihan novari mencari kesibukan yang menurutnya bisa membuat novari lebih tenang dan sedikit melupakan kesedihannya, namun itu tidak sesuai dengan apa yang novari harapkan, semakin novari aktif dalam banyak kegiatan semakin lupa juga novari akan kesehatannya, entah dari mana penyakit itu datang, semakin melupakan dirinya semakin parah sakit yang novari derita,

Sang ibu yang selalu di lupakannya karna kesibuk dengan kegiatan, novari lebih mementingkan kegiatan itu dibanding ibunya yang sedang terkulai lemah tak berdaya, sang ibu yang cemas akan keadaan putrinya yang begitu di sayangi, tapi novari justru lebih mementingkan kegiatannya dan bersenang senang dengan kawannya tanpa sedikitpun memikirkan sang ibu.







Disaat aku lagi banyak kegiatan kaya gini

Aku tau dan aku sangat yakin ibu

Pasti marah sama aku, tapi marahnya

ibu karna ibu gak mau aku

Kenapa-napa, dan ini juga pasti buat kebaikan

Aku juga kan bu,

“bu hubungi aku kalo ibu udah gak marah sama aku

Walaupun aku ga bisa balas dan mengucapkan selamat tinggal Lagi ke ibu “

Mungkin banyak yang akan nangis dan bersendu ,tapi itu gak akan

Berlangsung lama ,mereka pasti akan tertawa lepas tanpa

Kehadiran aku di sisi mereka,aku akan di abaikan dan aku

Akan terlupakan setelah 100 hari kepergihan ku ..



Selasa tanggal 17 di bulan 03 novari cek up ke dokter, novari sangat penasaran sakit apa yang di deritanya mengapa ketika kambuh, sakit ini begitu sangat menyiksanya, dengan rasa takut novari datang ke rumah sakit dengan perasaan yang berkecamuk tidak seperti biasanya, novari berkonsultasi pada sang dokter lalu pengambilan stempel darah.

                Setelah lama novari menunggu akhirnya mendapat kabar bahwa novari mengalami sakit yang cukup serius, dokter hanya memberinya vitamin dan aturan-aturan pola hidup baru, yang mengharuskan novari mengurangi kegiatannya dan selalu menjaga pola makannya dengan baik, karna kalau tidak, novari harus menjalani sisa hidupnya dengan selalu meminun obat-obatan yang jumlahnya banyak, novari tidak berani memberi tau ini pada siapapun cukup dia dan sang penciptalah yang mengetahuinya, begitupun dengan ibunya yang selalu menanti kabar darinya.

                Hari-hari di lalui dengan sakit yang bertambah parah, bahkan kini nafsu makannya berkurang sangat derastis, namun semakin novari melupakan makan, semakin sakit yang novari rasakan. Kini novari hanya pasrah pada tuhan dan hanya keajaiban lah yang dia tunggu.

                Novari yang sekarang berbeda dengan novari yang dulu, yang selalu gembira bagaikan anak kecil yang tak mengenal dosa dan akhirat, yang menjalani hidup dengan kesenangan tanpa berfikir bahwa hidup ini keras, jika novari tidak mau melihat luasnya dunia mungkin novari akan selalu menjadi putri kecil ibu yang selalu di sayang, di manja dan selalu di benarkan tanpa memikirkan bagaimana sakitnya orang yang selalu menanggung kesalahannya, tapi kini novari berbeda, kini novari hanya bisa duduk termangu dan selalu menyesali perbuatannya di masa lampau, hanya penderitaan yang di alami saat ini entah dan tidak tau apalagi yang harus novari perbuat, ibu yang selalu ada di sisinya ketika terpuruk, ketika sedih, ketika terjatuh, dan tempat mengeluh semua keluh kesalnya ,kini tidak ada di sisi novari, tidak bisa menghapus air matanya, tidak bisa memeluknya dan tidak bisa menjaganya.





Tuhan.......

Terimakasih kau hanya memisahkan

Dan membatasi kami melalui lautan

Dan daratan, walaupun itu sangat sakit

Dan sulit untuk aku menerimanya

Tapi aku yakin ini adalah rasa sayang yang kau

Berikan pada ku,

Entah bagaimana jika suatu hari nanti

Kau pisahkan kami dengan perbedaan alam ini,

Dimana aku hanya bisa mengirimkan doa dan selalu

Berpangku tangan berharap mereka

Mendapatkan tempat yang layak disisimu dan ke abadian

Di singgasana mu dan menunggu penghisapan dari mu ..





















@Febi Alestari,,,,,

Minggu, 03 April 2016

Kalimat Tua

Hanya Aku
Aku.
Ya. ini adalah tentang aku.
Taakan rela ku bagi dengan siapapun.
Karena ini hanya aku.
Bukan dia ataupun mereka.
Tapi aku. Cukup aku.
Kau hanya milik aku.
Taakan ku biarkan mereka.
Jangan ada dia dalam kita.
Jangan masukan mereka.
Karena ini tentang aku.
Semua apa mau aku.
Kaupun tak dapat semena.
Kau tak bisa pergi sejalan.
Karena aku yang meminta.
Tuhan mengirimmu.
Dan itu untukku.
Ingat! Hanya untuk aku.
Bukan dia.
Bukan mereka.