Sayang ini adalah kisah sekuntum mawar yang selalu terawat dengan baik oleh pak tani, tidak terlewatkan sekalipun jadwalnya untuk memberi pupuk dan memberinya air.
Suatu hari pak tani tidak datang untuk menyiraminya sehingga mawar pun sedih bukan kepayang, keesokannya pak tani datang membawa mawar lain dengan warna berbeda dan lebih besar. Mawar batik merasa bahwa takdirnya sudah berakhir, dia menolak untuk menyerap pupuk dan air yang diberikan oleh pak tani.
Pak tani menaruh perhatian lebih kepada mawar batik, mencari wadah lebih besar, mencari posisi tepat agar terkena sinar surya secara teratur. Mawar batik pun ceria kembali dengan menumbuhkan ratusan tunas baru yang akan menjadi bakal mawar batik lainnya. Pak tani sangat sumringah melihat mawar yang jumlahnya tak terhitung.
Sayang, kamu akan selalu menjadi bagian dalam bahagiaku, menjadi alasan aku tersenyum di pagi hari, menjadi mimpi indahku di malam hari, mekarlah sesuka hatimu aku akan selalu menunggunya.
Maret 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar